Thoughts, Words, and Wisdom - A Journal Made by One Yellow Chick



Reunion

It was a sweet reunion. Unfortunately, minus some people.

Reuni. Re-union.

Selalu menjadi sebuah keajaiban dan berkat tersendiri bagaimana Tuhan bisa tetap mengumpulkan kami dalam sebuah momen khusus.

Kita yang jarang bertemu. Yang pernah dibuat bosan dalam sebuah sekolah bernama IPEKA karena bertemu hampir setiap hari. Kita yang terberai ke jalan masing-masing. Yang akhirnya dibuat rindu karena sebuah sekolah bernama IPEKA. Dan kita kangen dengan "kebosanan" itu.

Satu persatu datang dengan wujudnya yang sekarang. Wujud dari hasil perjalanan masing-masing. Berubah dan tetap. Dan cerita mereka mulai muncul ke permukaan.
"Gw udah lulus"
"Sekarang kerja di…"
"Lagi skripsi nih!"
"Uda mau sidang"
"Lagi sibuk di…"

Semua punya kisah. Selalu menarik untuk didengar. Unik.
Semua punya kenangan. Memori. Selalu segar untuk diulang.
Semua ingin berfoto. Merekam apa yang manis. Apa yang pantas untuk diingat nanti.

Malam semakin larut. Pelayan-pelayan membenahi meja dan kursi. Mematikan sebagian lampu. Secara tidak langsung, mengingatkan kami untuk berpulang. Menyudahi perkumpulan kami. Menyadarkanku, reuni selesai. Kembali pulang, Nak. Reuni selesai. Lanjutkan perjalananmu. Perjalanan kalian masing-masing.

Sambil pulang, aku berpikir. Another sweet reunion.

Why is it then? Apa hanya karena rindu telah dipuaskan? Mungkin iya. Namun nampaknya rindu akan selalu muncul. Dan memang hanya sebagian rindu yang bisa terpuaskan. Sebagian lagi adalah rindu yang mustahil. Rindu yang ingin mengulang waktu yang telah lewat. Why is it then? Apa hanya karena kepenatan telah dilarutkan? Mungkin iya. Minggu ini Tuhan punya cara melarutkan kepenatanku dengan sebuah reuni. Mungkin minggu depan Tuhan punya cara yang lain.

Namun satu hal yang paling aku nikmati. Aku melihat bagaimana Tuhan menenun sebuah persahabatan. Sebuah ikatan. Bagaimana Ia menjalinnya satu persatu dari sebuah sekolah bernama IPEKA. Dan bagaimana Ia mampu memeliharanya sampai sekarang. Dalam sebuah reuni. Another sweet grace He hath provided. Another blessings He hath given.

Masih adakah sebuah reuni lagi? Nanti? Akan seperti apa kita masing-masing? Wujud kita? Cerita apa yang akan kita bawa? Apa kita akan datang sendiri? Atau membawa orang lain yang kita sayang? Masih bisakah kita tertawa? Masih semangatkah kita berfoto? Masih segarkah kita mengulang cerita?

Who knows? Only He knows. Lanjutkan perjalananmu, Kawan. Aku menunggu pertemuan kita suatu hari nanti. Biar anugrah Tuhan yang mempertemukan kita kembali. :)

Recilan_1_4




Comments

  1.    1 MRSTN says:

    Nyesh..I am touched by your way of writing…even I am not there but what you have written reminded me so much of our past and beautiful memories…

    Posted August 2, 2008, 10:53 am
  2.    2 eNYEZ says:

    thx sis…im waitin for the next re-uniion..:)

    Posted August 26, 2008, 3:46 am
  3.    3 Christine says:

    Kurang gw.. :(

    Posted August 26, 2008, 9:28 pm

Leave a Comment

(required)

(required)



Formatting your comment
Back to Top | Textarea: Larger | Smaller